Proses Sertifikasi Teknik Tambang DISINI ! POP, POM dan POU (Pengawas Operasional Pertama, Madya dan Utama) TRAINING CUMA 3 HARI, via Zoom Online. Buruan DAFTAR 021-2984-7482

 

 
 
 

KEAJAIBAN PENDANAAN VIA PASAR MODAL

Kenapa dikatakan AJAIB…?

Karena saat Laba Bisnis bisa naik 30% dalam setahun, pasti salut dikatakan hebat

Namun tahukah bahwa di Pasar Modal, kekayaan perusahaan bisa naik signifikan seiring apresiasi investor akan prospek bisnisnya

Oke, sebelum kita bahas lebih lanjut… 

maka baiknya kita tinjau sekilas hal berikut ini.

 

PROFITABILITY

Dalam dunia bisnis, maka ukuran kesehatan usaha adalah PROFITABILITY

Yakni seberap besar perusahaan bisa menghasilkan laba.

Tapi tidak semata itu saja…

Karena bisnis yang baik itu selain berprofit, juga harus bertumbuh terus.

Dan pertumbuhan hanya bisa didapatkan melalui keberadaan suatu MEKANISME MARKETING
 

STUDY CASE : BISNIS GUDEG LEGENDA

Namun bila disimak, ada banyak bisnis yang PROFITABLE, ternyata bukan karena punya mekanisme marketing.

 

Baru-baru ini seorang penjual gudeg legendaris di Yogya akhirnya berpulang karena usia lanjut .

Naasnya, semua ketenaran dan pelanggannya hilang karena si Mbok itu telah berpulang.

Kenapa…?

Karena semua cita rasa masakan menjadi tak sama lagi, maka pelanggan pun galau dan pergi. 

Akibatnya bisnis dan reputasi yang dirintis pun menguap

Jadi bisnis bisa  PROFITABLE itu, walau tanpa memiliki MEKANISME MARKETING

Tapi ini bukanlah bisnis yang ingin didengar oleh INVESTOR

Karena tidak SUSTAINABLE alias berkelanjutan

Lalu bisnis seperti apa sih yang menarik bagi investor?

 

Ibarat kata walau PROFITABLE, belum tentu INVESTABLE

Dalam menjalankan bisnis, dalam pandangan MEKANISME maka harus ada suatu sistem yang tidak tergantung hanya pada one man show.

Harus ada organisasi perusahaan, ada SOP, ada visi misi, ada value creation dan inovasi, ada brand, ada leadership, dsb.

Ini semua disebutkan sebagai MEKANISME MARKETING.

Nah karena punya mekanisme marketing, maka bisnis akan bisa terus bertumbuh pesat dan berkelanjutan.

Menjadikannya INVESTABLE.

Yah di sini kita mulai mengenal kosakata baru, yakni bisnis investable karena memiliki profit yang didorong oleh kinerja mekanisme marketing
 

MEKANISME MARKETING

Secara teori matematis, maka kita selaku pebisnis, pagi siang malam hanya fokus mencari PROFIT.

Adapun rumusnya adalah :


PROFIT = SALES – COST


Inilah yang kita lakoni setiap waktu, bagaimana berjuang memperbesar SALES, dan di saat yang bersamaan juga menekan COST.

Menaikan SALES bisa dilakukan dengan:
1. Memperluas wilayah pemasaran

2. Memperbanyak outlet

3. Membuat channel penjualan digital

4. Meningkatakan promosi

dsb

Demikian juga menekan COST bisa dilakukan dengan:
1. Otomatisasi dan Mekanisasi

2. Memakai Digitalisasi

3. Outsourcing produksi

4. Aliansi Strategis

Niscaya secara teori, dengan melakukan upaya di atas maka SALES akan naik dan COST akan turun Sehingga PROFIT akan membesar.

Di sini perusahaan layak disebut sebagai LEVEL A COMPANY.

Nah sampai titik inilah yang dikenal sabagai pola BISNIS TRADISIONAL yang baik.

Walau tradisional mindset tapi sudah menerapkan mekanisme marketing.

Sudah ada organisasi perusahaan, sudah ada inovasi dan value reation, ada brand, ada channel distribusi, sudah go digital, ada promosi, dsb

 

INI BARULAH AWAL

Mulai dari sinilah, kami akan memperkenalkan ide baru yang luar biasa

Yang akan melejitkan bisnis dan kekayaan Anda TANPA BATAS.

Sebagaimana dikenal luas di belahan Amerika, Hongkong, Singapura, Jepang bahkan China Daratan mengenai A+ COMPANY

Tidak semata cukup level A, namun kini menjadi Level A+

 

Apa itu…? 

A+ yakni kondisi ketika perusahaan memiliki VALUASI

VALUASI yang paling fair dan jelas hanya bisa diberikan oleh seorang investor melalui Pasar Modal.

Ibarat contohnya, bagaimana menentukan harga paling obyektif terhadap sebidang tanah?

Maka jawabannya simple, yakni besaran harga yang berani dibayarkan oleh seorang investor properti.

Seberapapun prospek harga tanah tersebut oleh penjual, tidak akan ada artinya bila tidak ada seorangpun yang berani membayar pada harga tersbut.

 

Nah demikian juga dengan nilai harga sebuah perusahaan (terdiri dari gabungan tangible dan intangible asset), nilai fair hanya bisa didapatkan dari harga saham yang ada di Pasar Modal kan.

Terbuka dan transparan harganya, yang diwakili oleh harga per lembar saham.

Harga valuasi nilai perusahan itu selalu bergerak dinamis naik dan turun di Pasar Modal, sesuai dinamika penilaian yang diberikan oleh investor dalam melakukan tansaksi saham.

 

KERAGUAN AKAN PASAR MODAL

Banyak yang meragukan, bahkan menentang konsep pendanaan perusahaan via Pasar Modal.

Bahkan banyak yang mengatakan bahwa perusahaannya memiliki duit berlimpah, dan gak butuh dana.

Ini adalah konsep yang KELIRU BESAR…!

Pasar Modal harus dipahami BUKAN sebagai pendanaan bagi perusahan yang BOKEK atau butuh uang alias BU

Tapi sebagai pengakuan VALUASI PERUSAHAAN.

Makanya semua perusahan ternama dunia statusnya pasti sudah Go Publik

Microsoft, Toyota, Tesla, Ali Baba, PetroChina, American Express, dan ribuan lainnya....

Apakah mereka katagori perusahaan bokek…!

Lalu kenapa mereka Go Publik…?

Karena memang aturan mainnya dunia kapitalisme begitu… 

Untuk tumbuh besar luar biasa, hanya bisa melalui pasar modal

 

Ibarat kata, kenapa ahli bela diri yang walau bisa menaklukan 10 musuh, gak akan dibayar mahal.

Tapi kok petinju bisa dibayar puluhan juta US$

Karena memang aturan maennya gitu… 

kalau mau kaya dari bela diri, 

Yah latihan dan tandingnya harus di ring tinju

Kalau mau jadi perusahaan kaya hebat nan besar, 

Maka harus Go Publik di Pasar Modal lah pentasnya

 

VALUASI PERUSAHAAN

Kembali ke bahasan kita….

Banyak perusahaan yang tahu nilai asset tanah, pabrik, atau bangunan milik mereka.

Lalu juga tahu omset dan profitnya.

Namun tahukah mereka akan berapa nilai pasti perusahaannya itu secara keseluruhan (tangible dan intangible)..?

Nah dengan Go Publik, maka valuasi akan jelas dan transparan… dan liquid.. artinya nilai perusahaan (yang diwakili lembaran saham yang diperdagangkan) RIIL laku di pasar modal.

 

Dengan Go Publik, kita mentransformasikan asset perusahaan (tangible dan intangible) dalam bentuk VALUASI yang liquid di pasar modal.

Banyak pengusaha yang capek, karena ketika butuh modal, maka lembaga perbankan hanya semata melihat harga asset yang akan diagunkan. Itupun didiskon besar dari harga pasar.

Tidak pernah memandang prospek usaha ke depan, besarnya jaringan distribusi, knowledge inovasi dan pengalaman, reputasi dan brand. 

Lembaga Perbankan hanya mau tahu asset fisik sebagai agunan.

 

Namun ada kabar baik

Karena semua nilai kehebatan intangible itu, akan dihargai oleh investor Pasar Modal dalam wujud VALUASI.

Apalagi di Pasar Modal itu, yang dibeli investor adalah PROSPEK USAHA perusahaan, bukan asset fisik. 

Investor membeli saham berdasarkan harga dengan mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba ke depan. 

Walau membeli lembar saham, tapi investor bukan membeli asset gedung, bangunan, ataupun pabrik.

Mereka membayar valuasi akan prospek usaha ke depan.

Memiliki Valuasi yang jelas dan liquid ini, ternyata hanyalah MANFAAT paling awal yang dirasakan oleh perusahaan yang Go Publik.

Masih banyak manfaat super lainnya.

 

BERIBU MANFAAT GO PUBLIK

Manfaat Go Publik ada banyak sekali.

Yang pasti di awal Go Publik, maka perusahaan akan mendapatkan dana segar.

Ingat di sini yang mendapatkan dana adalah kas perusahaan, bukan kantong para pemilik (founder) perusahaan.

Jadi uang yang masuk dari investor itu harus untuk rencana kerja perusahaan yang dicantumkan dalam PROSPEKTUS ketika Go Publik.

Nah setelah Go Publik maka perusahaan dapat melanjutkan aksi korpasi lanjutan kelak seperti Right Issue untuk modal pengembangan lanjutan, menerbitkan surat hutang (obligasi), REPO (gadai saham), 

Dengan Go Publik yang memiliki nilai Valuasi saham yang transparan dan jelas juga merupakan peluang investor asing untuk masuk bekerja sama.

Investor khususnya yang kelas kakap yang ingin masuk, jauh lebih tertarik berurusan dengan perusahaan status Tbk (Go Publik).

Karena yang sudah berhasil Go Publik itu artinya sudah beres legal, laporan keuangan, dan valuasinya sudah jelas. Mereka akan jauh merasa lebih nyaman dan secure dalam berbisnis.

Selain itu dalam berinvestasi, kelak ketika mereka mau keluar sebagian atau keluar total, akan jauh lebih mudah. Tinggal menjual sahamnya ke Pasar Modal.

Bayangkan kalau mereka masuknya ke dalam akta perusahaan, lalu mau jual sharenya itu, betapa repotnya karena harus mencari dulu pembeli yang cocok harga dsb.

 

KUADRAN KELIMA

Kalau sudah popular adanya EMPAT KUADRAN ala Kiyosaki, maka menjadi perusahaan Go Publik adalah Kuadran KELIMA yakni WEALTH CREATION.

Di sini anda sebagai pemilik perusahaan memegang lembar saham perusahaan anda sendiri yang memiliki nilai cash dan bisa fluktuatif naik turun tergantung animo para investor di Pasar Modal.

Anda seolah memiliki MATA UANG sendiri kan…

Tadinya anda hanya punya asset perusahaan saja, kini bertambah memegang LEMBAR SAHAM yang bernilai likuid layaknya Cash.

Saham dalam gengaman anda ini bisa dijual via Pasar Modal, laku juga bila digadaikan (REPO), bahkan bisa beranak pinak (Right Issue).

Luar biasa sekali…..

 

MAFAAT LAINNYA

Dan masih banyak manfaat lainnya dari Go Publik seperti kepercayaan klien meningkat, kepercayaan vendorpun naik, lalu ada perlakuan insentif pajak, dsb.

Namun bagi kami manfaaat yang menjadi daya Tarik utama adalah TRANSFORMASI ASSET KERTAS menjadi likuid berbasis asumsi kemampuan menghasilkan laba.

Dan juga adanya fenomena KUADRAN KELIMA bagi pemilik perusahaan Go Publik

 

 

 

SEJARAH

Namun perlu diketahui bahwa Pasar Modal lahir dari sejarah panjang akan perkembangan dunia KAPITALISME.

Selama kita masih belajar akuntansi standar aktiva pasiva, maka kita suka tidak suka berkecimpung dalam keilmuan KAPITALISME

Dan di dalam dunia KAPITALISME itu…

Pasar Modal telah menjadi suatu keniscayaan sumber pendanaan perusahaan.

Pasar Modal pun semakin memiliki aturan main yang baku dan terus diperbaharui dan diperbaiki regulasinya.

Bayangkan, bahkan perbankan pun mendapatkan sumber pendanaan dari pasar modal. 

Negara yang maju ekonominya, pasti maju Pasar Modalnya.

Walau tidak dipungkiri seringkali kebobolan dan terjadi skandal, di belahan dunia manapun bahkan Amerika pun masih bisa kejadian.

Maka regulasi Pasar Modal di setiap Negara harus terus diupdate dan ditegakkan oleh lembaga otoritasnya secara konsisten.

 

ILMU VALUASI

Kembali ke pada filosofi *A+ Company, ini adalah definisi untuk perusahaan yang level A dan kemudian memiliki Valuasi karena Go Public.

Setelah menjadi Level A+ Company maka akan berlaku hukum matematis 


VALUASI = PER 

PER          = Price Earning Ratio


Dalam dunia keuangan banyak dikenal berbagai rasio. 

Ada yang ROE untuk raiso Return on Asset, ada juga ROI Return on Investment

Namun dalam dunia Pasar Modal yang paling populer dan utama adalah PER (Price Earning Ratio).

Yakni perbandingan antara berapa kali laba bersih perusahaan terhadap harga saham perusahaan.

Jadi semakin rendah angka rasio PER, diartikan semakin murah harga saham. Demikian juga sebaliknya, semakin tinggi rasio PER maka semakin mahal harga saham.

Jadi ketika dua perusahan dengan bidang usaha sejenis, yakni  perusahaan A memiliki PER 10 kali, dan perusahaan B memiliki PER 20 kali, maka dapat dikatakan secara umum bahwa investor memberikan premium valuasi kepada perusahaan B.

Artinya market investor lebih percaya dan yakin akan prospek peruahaan B dibanding terhadap perusahaan A.

 

BAGAIMANA CARA GO PUBLIK

Pemerintah sangat mendorong perusahaan termasuk UKM untuk bisa meraih dana dari Pasar Modal.

Khususnya perusahaan yang bermanajemen baik (Level A), apalagi bila memiliki pertumbuhan yang pesat dan ingin berkembang di tengah pasar Indonesia yang besar.

Syaratnya secara umum adalah harus melakukan Restrukturisasi menyelarasakan beberapa persyaratan agar sejalan dengan

Peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Yakni dalam hal restrukturisasi LEGALITAS, LAPORAN KEUANGAN, VALUASI ASSET.

Ini dilakukan oleh Profesi Penunjang Pasar Modal (Kantor Hukum dan Notaris, Kantor Akuntan Publik, dan Kantor Jasa Penilai Publik) yang memiliki lisensi dari OJK.

Ketika sudah melakukan restrukturisasi sehingga selaras dengan Peraturan OJK mengenai perusahaan go public, maka proses selanjutnya adalah melibatkan Jasa Penjamin Emisi (Sekuritas).

Ini gambaran umum proses yang harus dilakukan dan diperkirakan memakan waktu 9 -12 bulan

 

INDONESIA CORPORATE ACTION FORUM (ICAF)

Indonesia Corporate Action Forum adalah organisasi yang dibentuk untuk mendorong perusahaan-perusahaan Indonesia yang memiliki impian mengembangkan usaha mendapatkan pendanaan via Pasar Modal.

Indonesia Corporate Action Forum (ICAF) telah sedari awal bekerjasama dengan BEI dan OJK dalam berbagai kegiatan termasuk gencar sosialisasi tentang Go Public serta Aksi Korporasi lainnya, juga sosialisasi tentang berbagai kiprah emiten (DIALOG EMITEN)

Lebih dari itu diharapkan kiprahnya akan melahirkan perusahaan Indonesia yang terus naik valuasinya karena dipercaya investor untuk mampu tumbuh menjadi perusahaan besar.
ICAF dalam kiprahnya telah mampu mendorong beberapa perusahan melantai di Bursa Efek Indonesia

Kapitalisasi saham perusahan adalah Harga per lembar saham dikalikan semua saham yang ada. Saham yang ada ini adalah gabungan semua saham yang beredar maupun juga yang dimiliki oleh founder dan lainnya.

 

BAGAIMANA ICAF MEMBANTU ANDA

ICAF (Indonesia Corporate Action Forum) dapat berbagi konsultasi, untuk bertukar ide dan inspirasi agar perusahaan anda MELOMPAT KUADRAN KELIMA menjadi Value Creator

Tidak hanya semata sebagai penghasil laba melalui mekanisme marketing, tapi bertransformasi menjadi perusahaan (A+ COMPANY) yang memiliki nilai VALUASI yang jelas terukur di bursa.

ICAF telah terbukti berpengalaman membantu banyak SME (UKM) melantai di Bursa Efek Indonesia.

Sejak ICAF diperkenalkan ke publik di Main Hall BURSA EFEK INDONESIA dalam sesi Sosialisasi IPO bagi 100 Perusahaan UKM pada 2017 lalu, ICAF tetap berpegang pada prinsip “Jangan menunggu besar baru Go Publik, tapi menjadi besarlah melalui proses Go Publik”.

 

STUDY CASE : KAPITALISME BARAT MENYEBAR KE TIMUR

Kita tahu bahwa Kapitalisme lahir di belahan dunia barat.

Ini sejalan diawali dengan Revolusi Industri yang dipicu oleh penemuan mesin uap, maka kemudian kapital alias modal terus ditumpuk perusahaan untuk menguasai pasar dunia.

Nah di era kini, China yang komunisme dan sosialis pun telah menyongsong KAPITALISME untuk kemajuan ekonominya.

 

Apa artinya…?

Artinya perusahaan China tidak lagi sekedar mengejar laba, namun sudah memacu valuasi melalui animo apresiasi investor pasar modal Shanghai dan HongKong atas propsek bisnisnya kedepan.

Bahkan banyak perusahaan China melantai di bursa global, seperti New York dan Nasdaq.

Tidak lagi sekedar bicara pertumbuhan laba sekian puluh persen pertahun. 

Tapi bisa melompat nilai sahamnya seiring dinamika pasar modal, karena apresiasi dan keyakinan para investor akan prospek bisnis perusahaan-perusahaan tersebut ke depan.

Inilah yang menjadi pendorong banyak ekspansi perusahaan China, bisa sedemikian cepat menguasai pasar dan ekonommi global.

Tercatat nama legenda Ali Baba, Tencent, Hauwei, Zoom, Tik Tok dan banyak lagi, yang berlipat valuasi kekayaannya sehingga menjadi modal untuk terus bertumbuh mengembangkan usahanya mengglobal.

 

BAGAIMANA DENGAN INDONESIA…?

Sejauh ini para guru bisnis Indonesia baru berkutat seputar bagaimana menumbuhkan laba.

Ini melalui pendekatan berbagai ilmu seperti branding, marketing, digitalisasi, disrupsi, operation excellence, ilmu manajemen modern, dsb. 

Tapi belum ada yang mengajarkan mengenai VALUASI BISNIS.

Padahal dalam kenyataan dunia persaingan, bagaimana kita bisa bertarung dengan pelaku usaha global yang kekayaannya bisa tumbuh berlipat-lipat.

Maka tidak aneh, banyak perusahaan Indonesia yang setelah bergenerasi tumbuh bagus, tahu-tahu tinggal dicaplok oleh pelaku global itu. Seolah kalau tidak mau dicaplok, maka akan berhadapan dan akan dilumat karena skala ekonomi keuangan mereka yang demikian besar menakutkan.

Dan ironinya, dana untuk mencaplok itupun bukan dari dana kas perusahaan global tersebut, tapi digalang melalui mekanisme pasar modal.

 

Sebagai ilustrasi, semua kekayaan 672 perusahaan Indonesia yang sudah Go Publik itu senilai 8.320 Triliun Rupiah, ini dikenal sebagai Market Capitalization Bursa Efek Indonesia per 25 Nov 2021. Ini bergerak dinamis sesuai dinamika pasar modal.

Ini semua bahkan belum mampu menyaingi satu perusahaan AMAZON asal Amerika yang bervaluasi 1,8 Triliun US$ alias 27 ribu Triliun Rupiah per 25 Nov 2021.


Kini selain saham AMAZON, misalnya saham TESLA yg dipandang sangat prospektif oleh investor global, melejit mencapai 1 Triliun US$ atau setara Rp. 14.500 Triliun

Nah kini bayangkan Indonesia… 

Ketika semua perusahaan di Bursa Efek Indonesia disatukan, termasuk TELKOM, Indosat, Bank Mandiri, BCA, Indofood, ASTRA dan ratusan semuanyalah, bahkan setelah digabung nilai valuasinya ini, masih tidak bisa menyaingi satu perusahaan AMAZON saja.

Itulah kehebatan apresiasi VALUASI atas perusahaan yang dinilai prospektif ke depannya oleh para investor Pasar Modal Dunia.

Maka dari itu kita sangat berharap Pasar Modal Indonesia terus akan bertumbuh dan semakin menarik sebagai pusat investasi global ke depannya.

 

KINILAH SAATNYA

Maka marilah kini kita menuju mindset A+ COMPANY

Apalagi Indonesia memiliki segala sumber daya alam, juga market domestik yang besar, dan lokasi geografis strategis dalam logistic perdagangan global. Ini semua memberikan ruang tumbuh bagi pelaku usaha nasional untuk bekerja dan berkarya.

Dan ini semua tentu membutuhkan MODAL berupa dana.

Nah seiring dengan waktu, masyarakat Indonesia semakin mengenal ragam bentuk investasi termasuk investasi di Pasar Modal. 
Bahkan jumlah investor ritel naik tinggi akhir-akhir ini, membuat pasar modal semakin likuid banjir dana. Ini tentu memberikan dorongan kesempatan bagi pendanaan usaha yang memiliki prospek terus bertumbuh ke depannya.

Yah… kalau bukan sekarang, kapan lagi

Kalau bukan kita, siapa lagi…

Mulai tidak sekedar fokus mengejar pertumbuhan laba, tapi mulai focus mengembagkan horizon baru yakni VALUASI PERUSAHAAN.

ICAF siap membantu anda

 

KEGIATAN ICAF


Tito Loho sosialisasi kemudahan regulasi untuk Go Publik bagi UKM.

 

Dirut BEI Tito Sulistio menyampaikan "Jangan menunggu besar baru Go Publik, tapi menjadi besarlah melalui pendanaan Go Publik".

 

Tim ICAF bersama Deputi Menko Perekonomian Bpk Edy Putra Irawady.

 

Tim ICAF melakukan seremoni pemencetan bel tanda pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia.

 

Pers Release TIm ICAF.

 

Hadirin perusahaan UKM berbagai sektor yang tertarik Go Publik.

 

Tim ICAF bersama Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia Bpk Isakayoga.

 

Co Founder ICAF Tito Loho

 
 

Chat By Whatsapp :

WA 0818181712 (Tito Loho)