Proses Sertifikasi Teknik Tambang DISINI ! POP, POM dan POU (Pengawas Operasional Pertama, Madya dan Utama) TRAINING CUMA 3 HARI, via Zoom Online. Buruan DAFTAR 021-2984-7482

Tambang Ilegal di Samboja Terungkap, Operator dan Pemodal Jadi Tersangka

Diterbitkan pada Hari Jumat, 09 September 2022

Tambang Ilegal di Samboja Terungkap, Operator dan Pemodal Jadi Tersangka

Aktivitas tambang ilegal di Kaltim berhasil diungkap oleh jajaran Ditkrimsus Polda Kaltim pada Jumat lalu (2/9/2022). Tambang ilegal tersebut berada di kawasan Desa Bukit Merdeka, Kilometer 48 Jalan Poros Balikpapan-Samarinda, tepatnya di Taman Bukit Suharto, Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Polisi pun mengamankan dua orang yakni MA dan SO yang berperan sebagai pemodal dan operator excavator di lokasi kejadian. Termasuk barang bukti yakni tumpukan batu bara beserta dua unit excavator.

"Selain menangkap dua orang itu, kami juga mengamankan barang bukti tumpukan batu bara dari pit dan dua unit ekskavator jenis PC210," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutedjo, pada Selasa (6/9/2022).

Penindakan ini sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam menindak tegas praktik penambangan ilegal. Sebab dampak penambangan ilegal ini diakui sangat merusak lingkungan dan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.

Dalam kasus tersebut, kedua tersangka diproses hukum sesuai ketentuan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan Pasal 89 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakkan Hutan juncto Pasal 55, Pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana kurungan penjara selama 10 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Kaltim Kombes Indra Lutrianto Amstono pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Penyidik pun tengah menelusuri aktivitas tambang ilegal lainnya di lokasi serupa yang sebelumnya dibongkar oleh jajaran Kodam VI Mulawarman pada Maret 2022 lalu.

"Kami akan berkoordinasi dengan Gakkum KLHK untuk mendapat kepastian, apakah memang lokasinya sama," tuturnya.

Sebelumnya, Kodam VI Mulawarman sempat menghentikan aktivitas tambang ilegal di Desa Bukit Merdeka, Kabupaten Kutai Kartanegara. Saat itu, tim gabungan POMDAM bersama KLHK mengamankan dua orang tersangka pelaku serta sejumlah alat berat. Saat itu para pelaku mencatut nama Panglima Kodam VI Mulawarman dan pejabat tinggi lainnya di jajaran TNI-Polri guna melancarkan aktivitasnya.

Dengan demikian, para perusahaan pertambangan harus lebih memperhatikan lagi pentingnya kepemilikan perizinan dalam melakukan pekerjaan tambang. Salah satunya yaitu kepemilikan Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) yang mampu menunjang pekerjaan pertambangan anda. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://www.ijintender.co.id/izin-usaha-jasa-pertambangan