Untuk mendapatkan IUJPTL, pastikan tenaga ahli Anda telah mengikuti Uji Kompetensi Sertifikasi Tenaga Ahli Teknik Listrik. | Ayo konsultasikan cara memenuhi persyaratan & proses SKUP MIGAS agar bisa TERBIT sesuai bidang & Tender Anda. | Permintaan perizinan yang marak minggu ini : IUJP (Izin Usaha Jasa Pertambangan ) & SKT EBTKE (Energi Baru Terbarukan)

Pertamina Produksi Minyak 390.000 Barel Semester 1 2021

Diterbitkan pada Hari Senin, 02 Agustus 2021

Pertamina Produksi Minyak 390.000 Barel Semester 1 2021

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mencatatkan produksi minyak sebesar 390.000 barel per hari (bph) dan gas secara total 2.665 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada semester I 2021.

Dengan demikian, secara total produksi migas Pertamina pada semester I 2021 mencapai 850.000 barel setara minyak per hari (BOEPD). Ini berarti, realisasi produksi migas perseroan telah mencapai target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2021 sebesar 848 ribu BOEPD.

Hal tersebut disampaikan oleh Taufik Aditiyawarman, Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Jumat (30/07/2021).

"Total produksi konsolidasi, total produksi minyak 390.000 bph, gasnya 2.665 MMSCFD, total produksi migas 850.000 BOEPD," tuturnya.

Dia menjabarkan, realisasi produksi migas semester I ini secara rinci didapatkan dari:
- Regional 1 Sumatera dengan produksi year to date (ytd) sampai Juni 2021 minyak 49.000 bph dan gas sebesar 768 MMSCFD.
- Regional 2 di Jawa, produksi minyak 64.000 bph dan gas 445 MMSCFD.
- Regional 3 dari Kalimantan, produksi minyak sebesar 64.000 bph dan gas 691 MMSCFD.
- Regional 4 dari Indonesia Timur, produksi minyak 114.000 bph dan gas 450 MMSCFD.
- Regional 5 dari lapangan di luar negeri (aset internasional), produksi minyak 97 ribu bph dan gas 311 MMSCFD.

Lebih lanjut dia mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat beberapa kegiatan menjadi terkendala.

Kendala akibat Covid-19 ini menurutnya juga terjadi di Regional 5 internasional seperti di Malaysia.

"Lapangan domestik harus shutdown beberapa hari karena lebih dari 50% terpapar, tapi dengan mitigasi-mitigasi yang kita siapkan insya Allah sampai akhir tahun bisa recovery," ucapnya.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) terangkut (lifting) pada semester I 2021 masih tak mencapai target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Realisasi lifting minyak pada semester I 2021 rata-rata mencapai 666,6 ribu barel per hari (bph), atau baru 94,6% dari target lifting minyak tahun ini yang dipatok sebesar 705 ribu bph.

Sementara realisasi penyaluran (lifting) gas hingga Juni 2021 rata-rata mencapai 5.430 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 96,3% dari target tahun ini 5.638 MMSCFD.

Untuk total lifting migas pada semester I 2021 ini tercatat rata-rata 1,64 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), atau 95,6% dari target 1,71 juta BOEPD.

Hal tersebut diungkapkan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat konferensi pers, hari ini, Jumat (16/07/2021).

"Lifting migas di Juni dan Juli ini meningkat, tapi sayangnya rendah di awal tahun," tuturnya.