Diterbitkan pada Hari Kamis, 03 September 2020

Jakarta – Portonews. Tidak disangkal bahwa limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) memiliki sifat akut dan kronis. Karena itu dibutuhkan tata kelola yang ekstra ketat agar tidak berdampak pada pencemaran lingkungan. Tidak mengganggu kesehatan manusia. Bahkan terhadap keberlangsungan hidup manusia di masa mendatang. Oleh sebab itu, kata Dirjen Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, pengelolaan limbah B3 perlu dilakukan dengan seksama mulai dari hulu ke hilir.

“Ketentuan ini wajib dilakukan oleh setiap orang atau pelaku usaha yang menghasilkan limbah B3,” kata Vivien kepada PORTONEWS, Jumat (7/8/2020) di Jakarta. Penyandang gelar Master of Sustainable Development University of Sydney Australia ini mendialog tentang berbagai hal, diantaranya soal konsep pengelolaan limbah B3 industri, kampanye pengurangan limbah B3 hingga impor limbah B3. Berikut petikannya:

Apa yang dimaksud dengan limbah B3 untuk industri dalam perspektif KLHK?

Limbah secara umum dibedakan dari sumbernya. Limbah yang berasal dari rumah tangga diistilahkan sebagai sampah yaitu berupa hasil dari kegiatan sehari-hari manusia yang berbentuk padat dan diatur oleh Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008.

Adapun istilah limbah yang saat ini digunakan sesuai Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 adalah merupakan sisa usaha dan/atau kegiatan industri. Disebut limbah B3 jika limbah industri tersebut mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), yaitu zat, energi dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

Bagaimana konsep pengelolaan limbah B3 industri yang benar menurut Ditjen PSLB3 sehingga tidak merusak lingkungan?

Mengingat sifatnya yang berbahaya dan beracun, pengelolaan limbah B3 perlu dilakukan dengan seksama mulai dari hulu ke hilir yang wajib dilakukan oleh setiap orang atau pelaku usaha yang menghasilkan limbah B3. Untuk memastikan pengelolaan limbah B3 dilakukan dengan tepat dan mempermudah pengawasan, maka setiap kegiatan pengelolaan limbah B3 wajib memiliki izin yang dikeluarkan oleh Bupati/Walikota, Gubernur, atau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sesuai dengan kewenangannya.

Jika perusahaan tidak dapat mengelola sendiri limbah B3, bagaimana?

Pemerintah sudah membuka kemudahan bahwa jika tidak dapat dikelola sendiri maka dapat dilakukan pengelolaanya ke pihak ketiga yaitu jasa pengelola limbah B3 yang sudah memiliki izin. Izin adalah suatu instrumen untuk memastikan limbah B3 secara nasional terkelola dengan baik dan memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan. Mengingat karakteritik limbah B3 ada yang bersifat akut dan kronis, maka pengelolaan limbah B3 juga bertujuan agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan dikemudian hari yang berdampak kepada generasi masa depan.

Apakah cost-nya tinggi untuk pengelolaan limbah B3?

Jika permasalahannya menyangkut sistem pengelolaan limbah B3 yang mahal, maka yang diperlukan adalah bagaimana melakukan pengkajian ekonomi antar semua pemangku kepentingan dikarenakan KLHK tidak terlibat dalam isu bisnis pengelolaan limbah. Saat ini Pemerintah juga mendorong agar limbah B3 dimanfaatkan sehingga bisa menjadi ekonomi sirkular.

Apakah limbah B3 industri dapat dihindari atau diminimalisir kuota maupun dampaknya?

Dalam Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, menjelaskan bahwa Pengelolaan limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang dimulai dari pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan B3. Pengelolaan ini bertujuan untuk mencegah dan atau mengurangi risiko dampak limbah B3 terhadap lingkungan hidup, kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Tujuan pengurangan limbah B3 tersebut adalah meminimalkan timbulan limbah B3 yang dihasilkan sehingga dapat meminimalkan juga dampak yang ditimbulkannya termasuk menjaga daya tampung dan daya dukung lingkungan.

Reposed by : Salma, 3/9/2020

Bagikan artikel ini ke