Proses Sertifikasi Teknik Tambang DISINI ! POP, POM dan POU (Pengawas Operasional Pertama, Madya dan Utama) TRAINING CUMA 3 HARI, via Zoom Online. Buruan DAFTAR 021-2984-7482

Mulai 5 September 2022, Ada Pekerjaan Rekonstruksi di Tol Jagorawi

Diterbitkan pada Hari Senin, 05 September 2022

Mulai 5 September 2022, Ada Pekerjaan Rekonstruksi di Tol Jagorawi

Untuk meningkatkan kualitas jalan tol, pekerjaan rekonstruksi perkerasan Ruas Tol Jagorawi akan kembali dilanjutkan. Pekerjaan rekonstruksi akan berlangsung mulai dari Senin (5/9/2022) pukul 22.00 WIB sampai dengan open traffic Kamis (8/9/2022) pukul 05.00 WIB. Lokasi pekerjaan jalan akan dilakukan mulai dari Km 10+511 sampai dengan Km10+611 lajur 1 arah Ciawi/Bogor.

Pgs. General Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Ginanjar Bekti Rahmanto menyampaikan tujuan dari pelaksanaan pekerjaan rekonstruksi ini adalah menjaga kualitas jalan tol agar pengguna jalan semakin nyaman berkendara. "Jasa Marga secara konsisten berkomitmen terus menjaga kualitas jalan Ruas Tol Jagorawi untuk memastikan keselamatan dan memberikan kenyamanan berkendara bagi pengguna jalan," ujar Ginanjar dalam rilis yang diterima Kompas.com, Sabtu (3/9/2022). Ginanjar menambahkan bahwa pekerjaan rekonstruksi ini memerlukan waktu yang cukup mengingat proses pekerjaan rekonstruksi yang memiliki beberapa tahap.

Tahapan pekerjaan yang dilakukan yakni mulai dari cutting rigid, pembobokan rigid, pemadatan material, hingga pengecoran dan setting beton. "Mengingat adanya beberapa tahapan dalam pekerjaan rekonstruksi perkerasan yang memang membutuhkan waktu,” jelas Ginanjar. “Kami mengimbau kepada pengguna jalan agar dapat mengatur waktu perjalanannya, mengecek kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan atau menggunakan jalur alternatif lainnya," tambahnya.

Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) sebagai pengelola Ruas Tol Jagorawi, bersama dan atas diskresi Kepolisian akan melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional berupa contra flow. Contra flow akan dilakukan mulai dari Km 03+000 sampai dengan Km 17+000 (menyesuaikan kondisi lalu lintas), untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Dengan demikian, dalam proses pembangunan jalan tol diperlukan juga perizinan dalam pekerjaannya salah satunya yaitu Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK) dengan bidang pekerjaan pembangunan jalan tol. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://www.ijintender.co.id/sertifikat-badan-usaha-sbu