Untuk mendapatkan IUJPTL, pastikan tenaga ahli Anda telah mengikuti Uji Kompetensi Sertifikasi Tenaga Ahli Teknik Listrik. | Ayo konsultasikan cara memenuhi persyaratan & proses SKUP MIGAS agar bisa TERBIT sesuai bidang & Tender Anda. | Permintaan perizinan yang marak minggu ini : IUJP (Izin Usaha Jasa Pertambangan ) & SKT EBTKE (Energi Baru Terbarukan)

Konsorsium Asuransi Nasional Siap Mengcover Mitigasi Resiko Proyek Hulu Migas

Diterbitkan pada Hari Rabu, 14 Juli 2021

Konsorsium Asuransi Nasional Siap Mengcover Mitigasi Resiko Proyek Hulu Migas

Jakarta, Portonews.com – Umumnya yang dicover adalah untuk offshore property. Namun sejak tahun 2017 mulai menurun. Kemudian trennya naik lagi pada tahun 2019. Nilai pertanggungannya mencapai 48 Miliar USD. Demikian dikatakan oleh Direktur Bisnis Strategis PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Syah Amandaris dalam satu webinar dengan tema “Peran Asuransi Dalam Menunjang Kegiatan Hulu Migas”, pada Rabu (14/7/2021).

Tren nilai pertanggungan ini meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas proses pengeboran migas sejak dari 2010 – 2012. Selanjutnya menurun karena berkaitan dengan menurunnya aktivitas industri hulu migas karena turunnya harga minyak mentah dunia.

Menurut Aris, sapaan akrab Syah Amandaris, kebanyakan  yang dicover oleh pihak konsorsium itu adalah offshore konstruksi. “Ada 34 offshore dan 14 di onshore. Totalnya terdapat 48 proyek konstruksi yang dicover oleh konsorsium sejak periode tahun 2010 hingga saat ini,” tutur Aris. Bila digrafikan dari tahun 2010 hingga sekarang adalah proyek offshore. Dan yang tertinggi adalah pada periode 2012 – 2014.

“Saat itu harga minyak mentah mendekati 100 USD per barel. Setelah itu terjadi penurunan seiring dengan turunnya harga minyak mentah dunia,” ungkap Aris.

Lebih jauh dia kembali mengutarakan bahwa  nilai pertanggungan konsorsium asuransi proyek konstruksi SKK Migas yang meningkat terus dari 2010 hingga 2018. “Kemudian menurun dan sekarang diharapkan meningkat lagi dengan adanya program 1 juta barel dari SKK Migas. Kami dari Konsorsium Asuransi Nasional siap untuk mengcover jika terjadi mitigas resiko sehingga program tersebut bisa berjalan dengan baik. Bila terjadi hal-hal kerugian dapat kita atasi di konsorsium ini,” tandas Aris.

Sebagai informasi, Konsorsium Asurasi SKK Migas memberikan layanan mitigasi resiko kepada SKK Migas dan KKKS, sesuai dengan peran dari asuransi.

Resiko apa yang diberikan? “Kita bagi dua, yaitu aset dan proyek konstruksi dari SKK Migas dan KKKS. Dalam proyek pembangunan tersebut kita cover jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kemudian setelah beroperasi maka asetnya, sumur dan LNG dari KKKS kita cover juga. Sebelum proyek itu berjalan dan setelah operasional itulah yang kita cover,” papar Aris.

Konsorsium ini terdiri dari 7 perusahaan asuransi nasional, yang mengcover untuk periode tahun 2021-2023. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai leader. Anggotanya, PT Asuransi Tugu Pratama, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Asuransi Astra Buana dan PT Asuransi Jasaraharja Putera.

Untuk periode pertanggungan 1 Juni 2021 hingga 31 Juni 2023 Konsorsium memberikan proteksi terhadap 123 blok migas yang beroperasi di Indonesia, baik di onshore dan offshore.

“Alhamdulillah hingga kini bisa menjalankan peran sebagai asuransi yang memproteksi kegiatan tersebut dengan baik,” ujar Aris.

Jaminan apa saja yang dicover oleh konsorsium? “Pertama, kami mengcover onshore property, artinya aset-aset yang ada di darat,” katanya. Kedua, aset-aset yang berada di lepas pantai, ketiga, control of well yang meliputi pengendalian sumur, pemboran ulang, pembersihan pencemaran akibat sumur. Keempat hull and machinery, yaitu rangka kapal dan mesin-mesinnya. Ini khusus mesin kapal yang tidak bergerak, yang ada di offshore,” katanya.

Sementara itu, Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arief Setiawan Handoko, dalam acara webinar yang sama, mengatakan kontribusi perusahaan asuransi dalam industri hulu migas sangat panjang. Dimulai saat era BP Migas yang saat ini bernama SKK Migas.“Industri asuransi sebagai penanggung resiko telah banyak berperan dalam mendukung kegiatan hulu migas hingga saat ini, bahkan di era BP Migas,” kata Arief.

Dia juga mengutarakan bahwa keterlibat asuransi sangat penting, terlebih lagi SKK Migas memiliki target produksi minyak sebesar 1 juta barel oil per day (BOPD) dan gas sebesar 12 Milar standar kaki kubik per hari (BSCFD) di 2030 mendatang.

Oleh karena itu, lanjut Arief, pihaknya membutuhkan dukungan dan support seluruh pemangku kepentingan termasuk pihak asuransi dalam memberikan perlindungan terhadap aset-aset dan kegiatan-kegiatan hulu migas.

Ia menambahkan, keterlibat industri asuransi dalam kegiatan hulu migas sudah cukup panjang, dan industri asuransi sebagai penanggung resiko telah banyak berperan dalam mendukung kegiatan hulu migas hingga saat ini.

“Dukungan yang sangat nyata tentunya dari sisi penyelesaian klaim sebagaimana yang diperjanjikan dalam polis, selama ini asuransi terbukti mampu menunaikan janjinya tersebut dan telah cukup tanya klaim-klaim yang dapat diselesaikan secara baik dan optimal,” ungkap Arief. Hal ini tentu bisa meminimalisir kerugian dari pihak KKKS. migas.

Sumber : https://www.portonews.com/2021/laporan-utama/konsorsium-asuransi-nasional-siap-mengcover-mitigasi-resiko-proyek-hulu-migas/