Proyek BATU BARA lagi TINGGI, ayoo teman-teman Kontraktor proses IUJP - Izin Usaha Jasa Pertambangan SEKARANG !!!

Kenapa Banyak Bangunan Peninggalan Belanda Masih Kokoh Berdiri?

Diterbitkan pada Hari Kamis, 04 Agustus 2022

Kenapa Banyak Bangunan Peninggalan Belanda Masih Kokoh Berdiri?

Tak sedikit bangunan peninggalan Belanda yang masih kokoh berdiri, misalnya Stasiun Tanjung Priok di Jakarta Utara. Meski sudah mendapatkan renovasi, tetapi bentuk bangunan dan struktur utamanya tetap dipertahankan karena tidak rusak. Anggota Dewan Pertimbangan yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta menjelaskan, bangunan peninggalan Belanda nampak lebih kuat karena dibangun dengan metode konservatif.

Metode ini diterapkan khususnya ketika membangun gedung monumental dengan ukuran besar. "Zaman dulu kita membangun dengan cara lebih konservatif. Dalam arti, keamanan struktur bangunan lebih tinggi," jelas Davy saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/8/2022). Hal ini disebabkan karena pelaksana proyek belum mampu memprediksi dengan cermat atau ilmiah terkait struktur bangunan.Kelemahannya, metode konservatif ini lebih boros biaya. Tetapi metode ini akan menghasilkan gedung dengan keandalan lebih tinggi.

"Jadi usia bangunan itu tidak hanya 50 tahun. Di Jakarta ada yang sudah ratusan tahun, bahkan di Eropa ada yang ribuan tahun," tambah Davy. Tak hanya itu, material konstruksi pada zaman dulu juga lebih terkendali dan terjaga kualitasnya. Sementara saat ini, mengingat kebutuhan akan bahan bangunan semakin besar, tak sedikit produsen menjadi lebih sembarangan.

Di sisi lain, ketebalan dinding bangunan modern kurang lebih hanya 15 sentimeter. Padahal dinding bangunan peninggalan Belanda bisa mencapai 80-100 sentimeter. Lanjut Davy, dahulu dinding berfungsi sebagai struktur utama. Sedangkan saat ini, ada kerangka struktur yang umumnya berupa konstruksi beton, sehingga dinding hanya sebagai kulit atau penyekat ruang.

Agar dapat memenuhi pengerjaan konstruksi beton dengan baik, Davy mengatakan pekerja bangunan harus memiliki pemahaman, keahlian dan terlatih. "Saat ini kondisinya belum seperti itu. Masih banyak tukang tidak terlatih ikut bekerja," tutup Davy.

Berdasarkan kasus diatas, bahwasanya pekerja yang kompeten akan menghasilkan bangunan atau konstruksi yang lebih baik serta kokoh. Untuk mengetahui tenaga ahli konstruksi kompeten atau tidaknya bisa dilihat melalui Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi (SKK Konstruksi). Jika pekerja sudah memiliki SKK Konstruksi bisa dipastikan tenaga ahli sudah kompeten dan lulus ujian sertifikasi. Untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai SKK Konstruksi dan perizinan lainnya, dapat dilihat melalui website kami di https://www.ijintender.co.id/skk-sertifikat-kompetensi-kerja-konstruksi