Diterbitkan pada Hari Senin, 24 Agustus 2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasamarga Related Business (JMRB) akan melakukan ekspansi bisnis, salah satunya Toll Corridor Development (TCD) atau pengembangan koridor jalan tol. Hal ini sejalan dengan terus bertambahnya ruas jalan tol baru yang dibangun oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Oleh karena itu, PT JMRB melihat peluang bisnis pengembangan kawasan di sekitar jalan tol yang dibangun oleh Jasa Marga.
Direktur PT JMRB Cahyo Satrio Prakoso mengatakan, perusahaan tengah melakukan pengembangan TCD yang masih relevan dengan bisnis utama induk usaha yakni, bidang jalan tol.

Cahyo menilai, pengembangan kawasan TCD memiliki potensi yang cukup besar karena berada di sekitar jalan tol yang merupakan “urat nadi” penggerak roda perekonomian.

Sebagaimana diketahui, Jasa Marga memiliki konsesi jalan tol lebih dari 1.500 kilometer dan diklaim sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia.

“Oleh karena itu, JMRB akan mengembangkan lini bisnisnya dengan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki oleh Jasa Marga,” terang Cahyo dalam siaran pers, Selasa (18/8/2020).

Melalui pengembangan kawasan TCD diharapkan dapat dikembangkan menjadi lini bisnis yang dapat diandalkan. Sebab, kata Cahyo, konsep pengembangan kawasan TCD beragam dan tidak terpaku pada sektor tertentu.

Cahyo menjelaskan, sektor bisnis yang dikembangkan melalui TCD bisa berupa pengembangan residensial, kawasan industri, bahkan komersial.

Hal ini termasuk dekat dengan pusat transportasi maupun logistik. Dalam waktu dekat, JMRB bakal mengembangkan konsep TCD di sekitar ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Tol Jagorawi.

Dalam menjalankan bisnisnya, JMRB akan menggandeng para investor strategis maupun pengembang besar. Pada masa depan pun JMRB berencana untuk "Go Public".

Sebelumnya, PT JMRB telah dipercaya untuk mengembangkan sejumlah bisnis yang memanfaatkan sektor utama Jasa Marga yakni, pengembangan dan pengelolaan rest area, pengelolaan media periklanan dan utilitas di Ruang Milik Jalan ( Rumija) tol maupun rest area, pengembangan gedung, serta properti hunian. (Suhaiela Bahfein)

 

Reposted by : Salma, 24/8/20

Bagikan artikel ini ke