Diterbitkan pada Hari Senin, 12 November 2018

Saat ini Penyiapan Sumber Daya Manusia menjadi fokus utama Pemerintah, setelah sebelumnya gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, pada saat memberikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Universitas Bosowa dengan Tema "Peluang Perguruan Tinggi Menghadapi Era Industri Konstruksi 4.0 san Sociery 5.0" serta Workshop Pemberdayaan Tenaga Ahli Muda Bidang Jasa Konstruksi Melalui Distance Learning Sibima Konstruksi di Makassar, Sulsel. Kamis, (7/11).

Syarif mengatakan saat ini daya konsumsi terhadap konstruksi yang tertinggi di Asean adalah indonesia. Namun sebagai bangsa yang besar, Indonesia menghadapi beberapa tantangan termasuk disparitas antara wilayah dan kawasan yang masih tinggi, daya saing nasional masih belum kuat karena keterbatasan infrastruktur termasuk konektivitas, pemanfaatan sumber daya belum optimal dan urbanisasi yg tinggi mencapai angka 53% untuk kawasan perkotaan. Sehingga untuk mendukung itu, Pemerintah masih sangat membutuhkan lulusan teknik yang berkompetensi dan berkualitas untuk dapat dikembangkan menjadi tenaga insinyur nasional yang berkompeten dan berdaya saing. 

"bahwa masa depan Negara Indonesia ada pada mahasiswa, untuk itu saya mengharapkan mahasiswa dapat bersungguh-sungguh untuk menekuni proses memperoleh ilmu di masa kuliah" Ujar Syarif.

Syarif juga menyampaikan untuk mencetak tenaga kerja konstruksi bersertifikat dalam jumlah yang cukup besar dalam waktu relatif singkat berbagai upaya dilakukan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Upaya-upaya tersebut diantaranya, untuk tenaga kerja tingkat ahli menggunakan metode distance learning atau belajar jarak jauh berbasis teknologi informasi melalui https://sibima.pu.go.id. Itu sebagaimana diamanatkan Undang-undang no.2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, bahwa Setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang Jasa Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja.

Melalui SIBIMA Konstruksi, masyarakat bisa mendapatkan pengakuan dari LPJKN dimana sertifikat pelatihan jarak jauh dapat menjadi prasyarat pemenuhan pelatihan minimum 50 JPL bagi yang baru lulus S1 perguruan tinggi (fresh graduate) untuk mengikuti uji kompetensi Ahli Muda sesuai dengan ketentuan yang berlaku (SE-LPJKN nomor: 04/SE/LPJK-N/II/2015) tanpa melalui proses magang kerja 1 tahun.

Oleh sebab itu saat ini Pemerintah telah menyiapkan sepuluh strategi prioritas nasional Making Indonesia 4.0 yaitu perbaikan aliran material, mendesain ulang zona industri, peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan UMKM, menerapkan investasi teknologi, pembentukan ekosistem inovasi, menarik investasi asing, harmonisasi aturan dan kebijakan, membangun infrastruktur digital nasional, dan akomodasi standar "sustainability" atau keberlanjutan.

Sementara itu Wakil Rektor I Unibos, Baharuddin, Ph.D yang secara resmi membuka kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik dan mengapresiasi setinggi - tingginya kepada Kementerian PUPR dalam hal ini Direktur Jenderal Bina Konstruksi. Ia mengungkapkan jika salah satu pengaruh terbesar dalam suksesnya sebuah konstruksi adalah dari dukungan Sumber Daya Manusia, oleh karena itu materi kuliah yang diberikan khususnya kepada Mahasiswa Universitas Bosowa fakultas Teknik akan sangat membantu memberikan pemahaman - pemahaman yang nanti akan menambah kualitas kompetensinya. 

Di akhir penutup kuliah Umumnya Syarif menyampaikan bahwasanya arah pembangunan Indonesia selain Inftastruktur salah satunya ialah peningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, nantinya setelah Mahasiswa - mahasiswa telah menjadi insinyur diharapkan dapat berkontribusi besar dalam proyek-proyek besar dan megah di Indonesia dan diharapkan dapat menghasilkan infrastruktur yang berkualitas tinggi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Faisal Lukman, Sekretaris Universitas, Dr. Hadijah, M.Si dan Dekan FT Unibos, Dr. Ridwan, M.T ini juga dihadiri Kepala IAI.