Diterbitkan pada Hari Kamis, 17 September 2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian ESDM menunda jadwal lelang 12 blok minyak dan gas (migas) tahun ini ke tahun depan. Pasalnya, kebutuhan energi dan harga minyak menurun seiring perlambatan kegiatan ekonomi di tengah pandemi virus corona.

"Kami juga mengantisipasi bahwa rencana untuk melelang 12 wilayah kerja baru, harus kami sesuaikan dulu jadwalnya, karena daya tarik bisnis menurun, harga minyak menurun, tentu investasi harus dilakukan penyesuaian," ungkap Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan resmi kementerian, dikutip Kamis (16/9).

Pada Maret lalu, harga minyak mentah dunia sempat anjlok ke bawah US$30 per barel. Saat ini, harga minyak pun masih di bawah US$50 per barel.

Imbasnya, investasi migas tahun ini seret. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi investasi hulu migas baru US$4,74 miliar sepanjang semester I 2020. Artinya, realisasi baru mencapai 34 persen target.

Kendati demikian, Arifin optimistis dapat merealisasikan target lifting minyak sebesar 1 juta barel minyak per hari (bph) pada tahun 2030. Pasalnya, saat ini, terdapat 68 dari 128 cekungan yang berpotensi mengandung migas yang belum di eksplorasi.

Ke-68 cekungan tersebut sudah dalam perencanaan, sehingga dalam waktu beberapa tahun mendatang bisa memiliki data migas yang akurat, yang dapat menjadi daya tarik investor menanamkan investasinya.

"Kami memang punya program jangka panjang supaya bisa me-recover kembali target produksi, target lifting kita. Kita sudah punya program sebetulnya dimana tahun 2030 nantinya kita harus bisa menghasilkan produksi minyak 1 juta barel per hari," ujar Arifin.

Kementerian ESDM melalui SKK MIgas juga berupaya mencapai target tersebut dengan menerapkan tiga strategi utama. Pertama, mengedepankan strategi eksplorasi yang masif dan intensif.

Kedua, mendorong dan mengkampanyekan penerapan enhanced oil recovery (EOR) di lapangan mature, dan, ketiga, mengakselerasi monetisasi proyek-proyek utama, sehingga mempercepat potensi sumberdaya menjadi lifting.

Dalam rangka merealisasikan peningkatan produksi migas di masa mendatang, SKK Migas dan kontraktor migas berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi, salah satunya melalui pelaksanaan survei seismik 2D terbesar di Asia Pasifik melalui Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Jambi Merang. Saat ini, survei sudah mencapai 23.705 km atau sebesar 79 persen dari target 30 ribu km yang akan selesai pada bulan Juli 2020.

Pelaksanaan survei seismik tersebut melewati area yang berpotensi menjadi penemuan besar (giant discovery). Hal itu sejalan dengan upaya menemukan wilayah kerja migas baru untuk menopang produksi migas yang berkelanjutan.

Reposted by : Salma, 17/9/20

Bagikan artikel ini ke