Diterbitkan pada Hari Rabu, 16 Januari 2019

 

Kabar baik bagi investor asing yang akan set up bisnis atau mendirikan perusahaan PMA  di Indonesia. Mulai November lalu pemerintah merilis Paket Kebijakan Ekonomi XVI, yang salah satu nya mencakup relaksasi Daftar Negatif Indonesia (DNI).

Apa itu Daftar Negatif Indonesia atau DNI? DNI  merupakan salah satu produk hukum yang diciptakan untuk membuat para investor memiliki kejelasan pilihan bidang usaha yang ada di Negara kita. Tak hanya kejelasan bidang usaha, rasa aman berinvestasi pun bisa didapatkan saat para penanam modal mengetahui secara pasti aturannya.

Dalam Daftar Negatif Investasi (DNI), Pemerintah membaginya dalam tiga bidang, yaitu

  1. Bidang usaha yang bersifat terbuka tanpa persyaratan. Contohnya usaha perkebunan lada, jambu dan sebagainya.
  2. Bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan. Contohnya perkebunan tembakau.
  3. Bidang usaha yang tertutup atau terlarang. Seperti budidaya tanaman ganja.

 

Sebagai Informasi porsi Penanaman Modal Asing (PMA) dalam relaksasi DNI kali ini dinaikkan menjadi 83% bidang usaha dari 64% dari tahun 2016 lalu.

Jumlah bidang usaha yang boleh dimiliki asing hingga 100% pun di tambah. Apabila sebelumnya ada 41 bidang usaha yang terbuka, kini pemerintah menambah 54 bidang usaha. Sehingga di tahun 2018 ini, sudah ada 95 bidang usaha yang sekarang terbuka. Dengan demikian sektor bisnis dalam DNI saat ini tinggal 303 bidang usaha saja.

 

.Berikut ini daftar ke-54 bidang usaha yang di coret  dari DNI :                 

  1. Industri pengupasan dan pembersihan umbi umbian
    2. Industri percetakan kain
    3. Industri kain rajut, khususnya renda
    4. Perdagangan eceran melalui pemesanan pos dan internet
    5. Warung Internet
    6. Industri kayu gergajian dengan kapasitas produksi di atas 2.000 m3/tahun
    7. Industri kayu veneer
    8. Industri kayu lapis
    9 Industri kayu laminated veneer lumber (LVL)
    10. Industri kayu serpih kayu (wood chip)
    11. Industri pelet kayu (wood pellet)
    12. Pengusahaan pariwisata alam berupa pengusahaan sarana, kegiatan, dan jasa ekowisata di dalam kawasan hutan
    13. Budidaya koral/karang hias
    14. Jasa konstruksi migas: Platform
    15. Jasa survei panas bumi
    16. Jasa pemboran migas di laut
    17. Jasa pemboran panas bumi
    18. Jasa pengoperasian dan pemeliharaan panas bumi
    19. Pembangkit listrik di atas 10 MW

20. Pemeriksaan dan pengujian instalasi tenaga listrik atau pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi/ekstra tinggi
21. Industri rokok kretek
22. Industri rokok putih
23. Industri rokok lainnya
24. Industri bubur kertas pulp (dari kayu)
25. Industri siklamat dan sakarin
26. Industri crumb rubber 
27. Jasa survei terhadap objek-objek pembiayaan atau pengawasan persediaan barang dan pergudangan (warehousing supervision)
28. Jasa survei dengan atau tanpa merusak objek (destructive/non-destructive testing)
29. Jasa survei kuantitas (quantity survey)
30. Jasa survei kualitas (quality survey)
31. Jasa survei pengawasan (supervision survey) atas suatu proses kegiatan sesuai standar yang berlaku atau yang disepakati 
32. Jasa survei/jajak pendapat masyarakat dan penelitian pasar
33. Persewaan mesin konstruksi dan teknik sipil dan peralatannya
34. Persewaan mesin lainnya dan peralatannya yang tidak diklasifikasikan di tempat lain (pembangkit tenaga listrik, tekstil, pengolahan/pengerjaan logam/kayu, percetakan dan las listrik)
35. Galeri seni
36. Gedung pertunjukan seni
37. Angkutan orang dengan moda darat tidak dalam trayek: angkutan pariwisata dan angkutan tujuan tertentu
38. Angkutan moda laut luar negeri untuk penumpang (tidak termasuk cabotage) (CPC 7211)
39. Jasa sistem komunikasi data
40. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap
41. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi bergerak
42. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi layanan content (ringtone, sms premium, dsb)
43. Pusat layanan informasi dan jasa nilai tambah telpon lainnya
44. Jasa akses internet (Internet Service Provider)
45. Jasa internet telepon untuk keperluan publik
46. Jasa interkoneki internet (NAP) dan jasa multimedia lainnya
47. Pelatihan kerja (vocational training meliputi bidang kejuruan teknik dan engineering, tata niaga, bahasa, pariwisata, manajemen, teknologi informasi, seni dan pertanian)
48. Industri farmasi obat jadi
49. Fasilitas pelayanan akupuntur
50. Pelayanan pest control atau fumigasi
51. Industri alat kesehatan: kelas B (masker bedah, jarum suntik, pasien monitor, kondom, medical gloves, cairan hemodialisa, PACS, surgical knives)
52. Industri alat kesehatan: kelas C (IV Catheter, X Ray, ECG, Patient Monitor, Implant Orthopedy, Contact Lens, Oxymeter, Densitometer)
53. Industri alat kesehatan: kelas D (CT Scan, MRI, Catheter Jantung, Stent Jantung, HIV Test, Pacemaker, Dormal Filler, Ablation Catheter)
54. Bank dan laboratorium jaringan dan sel