Diterbitkan pada Hari Senin, 25 November 2019

Cara dan nilai baru menjadi kunci Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam percepatan investasi ke dalam negeri.


Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah menyampaikan pesan khusus agar lembaga yang dipim pinnya segera melakukan inovasi, mengembangkan cara-cara dan nilai-nilai baru, agar tidak terjebak dalam rutinitas yang monoton, serta dapat meningkatkan kinerja perekonomian nasional.

Sebagai lembaga yang mengurus penanaman modal, BKPM pun langsung menerjemahkan arahan tersebut dengan berbagai langkah yang diharapkan mampu meningkatkan minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. 

Pertama͕, BKPM akan memastikan indeks kemudahan berbisnis masuk ke dalam peringkat 50 besar. Kemudahan berbisinis Indonesia sebenarnya sempat membaik, tetapi tahun ini stagnan di peringkat 73.

Agar target itu dapat terwujudkan, BKPM akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menyelaraskan kebijakan yang dapat mengangkat peringkat Indonesia menjadi lebih baik.

Kedua, BKPM mengawal investasi bernilai besar yang selama ini terhenti karena berbagai kendala di lapangan. Ketiga, BKPM mendorong investor untuk bermitra dengan pengusaha nasional sehingga terjadi ekosistem dan iklim investasi yang kondusif. 

Keempat, BKPM mendorong penyebaran investasi yang berkualitas dan memperluas penyebaran investasi ke luar pulau "Investasi itu tidak boleh sekedar meluas, tapi juga harus berkualitas, ada nilai tambah, serta penyerapan tenaga kerja dan kemitraan dengan pelaku usaha lokal,” kata Bahlil.

Kelima, promosi investasi yang terfokus berdasarkan potensi sektor dan negara tujuan promosi.  Sebagai contoh, fokus promosi investasi di sektor infrastruktur misalnya dianggap lebih cocok ditargetkan ke negara Eropa, Asia Timur, dan Timur Tengah, sedangkan promosi pengembangan sumber daya manusia lebih ditargetkan ke Australia, dan Amerika.

Terakhir, BKPM akan terus meningkatkan kepercayaan investor dalam negeri untuk menghadapi perlambatan laju perekonomian global. “Kami akan terus memperkuat investor dalam negeri, khususnya UMKM dengan memperluas kesempatan kepada pelaku usaha untuk masuk ke sektor-sektor unggulan," ujarnya.

Bahlil juga mengatakan bahwa minat investor untuk masuk ke Indonesia masih sangat tinggi. Hal itu terbukti dari sepanjang kuartal III/2019, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp100,7 triliun, dan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp105 triliun.

Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja Indonesia pada periode tersebut mencapai 212.581 orang, yang terdiri dari 109.475 orang pada proyek PMDN, dan 103.106 orang pada proyek PMA.

Lebih jauh total realisasi investasi Januari—September 2019 mencapai Rp601,3 triliun, atau setara 75,9% dari target. Besaran ini terdiri atas realisasi PMDN sebesar Rp283,5 Triliun dan realisasi PMA Rp317,8 Triliun.

Meski demikian, BKPM tetap mengantisipasi berbagai kendala yang bisa mengadang investor saat masuk dan berinvestasi di dalam negeri, dengan melakukan kolaborasi dan membentuk satuan tugas untuk mempercepat realisasi investasi di lapangan.

“BKPM akan bekerja secara lebih efisien, sebagaimana arahan Presiden Jokowi, melalui koordinasi dan kolaborasi yang lebih instens dengan kementerian/lembaga terkait, serta pemerintah daerah. Baik dalam pelayanan perizinan maupun untuk memfasilitasi penyelesaian perma salahan yang dihadapi investor dalam merealisasikan investasinya,” ucapnya.

 

Sumber : Koran Bisnis Indonesia (25 Nov 2019)

Reposted by SP