Proses Sertifikasi Teknik Tambang DISINI ! POP, POM dan POU (Pengawas Operasional Pertama, Madya dan Utama) TRAINING CUMA 3 HARI, via Zoom Online. Buruan DAFTAR 021-2984-7482

Basuki Minta Konstruksi Bendungan Jlantah Lebih Perhatikan Lingkungan

Diterbitkan pada Hari Selasa, 15 November 2022

Basuki Minta Konstruksi Bendungan Jlantah Lebih Perhatikan Lingkungan

Progres pembangunan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, telah mencapai 47,77%. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun telah meninjau pembangunannya pada Minggu (13/11/2022). Menurut dia, para kontraktor dan konsultan pengawas perlu lebih memperhatikan aspek lingkungan dalam manajemen konstruksi serta metode kerja. "Misalnya, dalam penanganan sisa material (disposal) dan penanganan lereng/tebing. Jangan menebang pohon jika tidak diperlukan," terangnya dikutip dari laman Kementerian PUPR. Karena akan lebih sulit untuk mengembalikan fungsi lingkungan yang rusak atau terdegradasi, dibandingkan menjaganya dengan baik. "Dibutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit untuk mengembalikan kondisi lingkungan," ucapnya.

Basuki menambahkan, metode kerja juga perlu memperhatikan ketelitian dalam setiap aspek pekerjaan. "Kualitas bangunan tidak hanya dilihat dari major construction tetapi juga pekerjaan detail untuk estetika, misalnya pekerjaan penataan lansekap hijau atau taman," pesan Basuki.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, kontraktor dan konsultan pengawas juga harus menaruh perhatian besar terhadap kondisi cuaca dan iklim yang berdampak pada keamanan konstruksi. "Konsultan harus bisa memutuskan kapan konstruksi harus dihentikan sementara karena hujan ekstrem, mengingat lokasi bendungan yang berada di dataran tinggi seperti halnya Bendungan Ciawi," ujarnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Maryadi Utama menyampaikan, Bendungan Jlantah dengan kapasitas tampung 11 juta m3 akan mengairi 1.500 ha persawahan di Daerah Irigasi (DI) Tlobo dan DI Bondokukuh. "Juga sebagai sumber air baku sebesar 150 liter/detik, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 MW, reduksi banjir, serta konservasi dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar," jelasnya. Pembangunan bendungan ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya melalui skema KSO dengan nilai kontrak Rp 965 miliar dan masa pelaksanaan 2019-2023.

Dengan demikian, dalam melakukan pekerjaan konstruksi selain memperhatikan lingkungan juga harus memenuhui perizinannya. Salah satunya, Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK). Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://www.ijintender.co.id/sertifikat-badan-usaha-sbu